Tulisan “Interaksi Manusia dan Komputer”
Oleh : Nyoman Parwa Dinawan
Anda mungkin sudah sering mendengar konflik antara palestina dengan Israel yang telah banyak menelan korban. Salah satu korban yang paling menjadi perhatian dunia adalah anak-anak. Proyek one laptop per Child (OLPC) mendonasikan 5.000 unit laptop XO ke United Nation Relief and Workers Agency (UNRWA) untuk diberikan ke anak-anak Palestina di jalur gaza yang porak poranda setelah digempur Israel stelah hampir sebulan. UNRWA mengoperasikan 800 sekolah untuk para pengungsi Palestina di Yordania, Lebanon dan Tepi Barat.
Langkah yang diambil OLPC ini bisa dibilang sebagai sebuah langkah yang sangat dermawan. Apalagi mengingat grup OLPC saat ini sedang mengalami masalah keuangan yang serius. Masalah tersebut diperjelas dengan adanya perampingan jumlah staf, dan mengurangi pengembangan software-nya secara signifikan.
Pendiri OLPC, Nicholas Negroponte, mengatakan bahwa organisasi yang didirikannya akan meningkatkan aktivitasnya diwilayah timur tengah, dan memfokuskan diri ke produk OLPC generasi berikutnya. Langkah donasi terhadap anak-anak palestina ini bisa jadi sebagai sebuah cerninan atas hal tersebut.
Sumber : http://www.masshingtech.com
Sumber gambar : http://olpc.com/pics/olpc-xo-11.jpg
Tulisan “Interaksi Manusia dan Komputer”
Oleh : Nyoman Parwa Dinawan
Flu burung mungkin sudah tidak asing lagi di teliga kita. Begitu nama yang diberikan terhadap penyakit yang disebabkan oleh unggas yang dapat menular pada manusia, di Indonesia flu burung sudah sangat di waspadai oleh masyarakat, karena disamping para masyarakat kebanyakan suka berternak unggas, masyarak juga sering kontak langsung dengan unggas itu sendiri.
Pemerintah Australia akan mendanai sebagian pengaplikasian system pelaporan dan pelacakan flu burung yang terjadi di Indonesia. System itu akan digunakan oleh para dokter hewan dalam bentuk aplikasi portable.Perusahaan software asal Bali bernama Mitrais telah ditugaskan oleh Australia Animal Health Laboratory ( AAHL ) untuk menyebarkan system berbasis web yang bernaman infoLab plus ke beberapa area yang terdapat Lab diagnosis. Mitrais juga ditugaskan untuk membuat versi portable dari infoLab Plus dengan nama Infolab Lite. InfoLab Plus dikembangkan menggunakan Crystal Reports, dan digunakan untuk menggantikan system laporan yang menggunakan Microsoft Access.
Dengan adanya aplikasi portable itu, diharapkan kantor- kantor departemen pertanian yang belum memiliki access internet disa meng-Upload data-data yang dibutuhkan melalui computer mana saja yang terhubung denan internet, seperti misalnya dari warnet.
Sumber : http://www.itnews.com.au
Tulisan “Interaksi Manusia dan Komputer”
Oleh : Nyoman Parwa Dinawan
Perang terhadap pornografi yang dilakukan pemerintah cina terus berlanjut. Tujuh organiasasi pemerintah melakukan pertemuan untuk membahas kelanjutan perang ini, dan melanjutkan ke media berikutnya , yaitu ponsel. Tidak dijelaskan bagaimana pemerintah melakukannya. Namun dugaan sementara adalah kemungkinan besar aka nada pemblokiran terhadap pesan SMS, MMS, atau konten mobile lainnya yang dianggap tidak pantas.
Sebelumnya, kementerian keamanan public cina mengklaim telah membabat 1250 website porno, dan menangkap 41 orang yang menyebarkan konten porno. Mereka jjuga mengklaim, setelah aksi tersebut dijalankan, terjadi penurunan yang cukup signifikan terhadap konten porno online.
Pemerintah cina telah lama mngutuk pornografi di internet, karena dianggap mengotori pikiran generasi muda. Oleh karena itu, pemerintah menganggap apa yang telah mereka lakukan adalah bertujuan untuk memurnikan internet.
Memang benar, bahwa pornografi yang ada di internet sangat mengotori generasi muda. Seharusnya internet dimanfaatkan untuk hal-hal yang positif, bukannya hal yang negative. Hal yang telah dilakukan pemerintah cina sangatlah bijaksana, disamping dapat membantu para generasi muda agar tidak terjerumus ke lembah hitam juga dapat membuat nama internet mendapat reputasi yang baik di masyarakat dunia.
Sumber : http://www.arstechnika.com
Tugas “Interaksi Manusia dan Komputer”
Oleh : Nyoman Parwa Dinawan
System manajemen interface user (UIMS) adalah set dari pemrograman dan teknik desain yang dapat menambah level lain dari servis untuk desain system interaktif selain level toolkit. Adapun hal yang paling difokuskan di dalam UIMS adalah sebagai berikut :
1. Teknik pendukung untuk menanganai, mengevaluasi dan mengimplementasikan lingkungan interaksi yang sedang terlaksana.
2. Arsitektur konseptual untuk struktur dari system interaktif yang dikonsentrasikan pada pemisahan semantic aplikasi dan presentasi
3. Teknik untuk menginplementasikan aplikasi dan presentasi secara tepisah
UIMS sebagai arsitektur konseptual
Adapun cara bagaimana memisahkan semantic aplikasi dengan interface yang tersedia bagi user. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk bisa mendukung pemisahan ini, seperti :
1. Portability : agar aplikasi yang sama dapat diuraikan atau dugunakan di system yang berbeda, sehingga dalam pembuatan aplikasinya sebaiknya terpisah dari interface device dependentnya.
2. Multiple Interface : untuk meningkatkan fleksibilitas aplikasi yang interaktif, serta beberapa interface yang berbeda dibuat untuk mengakses fungsi yang sama.
3. Reusability : pemisahan meningkatkan komponen untuk dapat digunakan kembali agar dapat mengurangi biaya.
4. Customization : interface user dapat didesain oleh desainer dan user untuk meningkatkan keekfetifan untuk mengubah aplikasi.
Ketika kita melakukan pemisahan, komunikasi antara keduanya perlu dipertimbangkan, ini yang disebut sebagai control dialog. Secara konseptual, ada 3 komponen utama dari system interaktif yaitu :
1. Presentasi : komponen bertanggung jawab atas tampilan interface, termasuk output dari input yang tersedia bagi user.
2. Interface aplikasi : pandangan dari semantic aplikasi yang disediakan sebagai interface
3. Control dialog : komponen mengatur komunikasi antara presentasi dan aplikasi
UIMS juga memiliki beberapa model yaitu :
1. Model seeheim yaitu model yang dapat memasukkan aplikasi dan user dalam konteks dari system interaktif meskipun tidak secara eksplisif karena hanya memodelkan konponen logika UIMS bukan system interaktif secara keseluruhan.
2. Model MVC (Model View Controller) merupakan model yang dapat menunjukkan semantic aplikasi .
3. Model coutaz merupakan system interaktif beasitektur multi-agent, atau disebut juga dengan Presentation Aplication Control (PAC).
Ada 3 perbedaan penting antara PAC dengan MVC
a. PAC menggabungkan input dan output sedangkan MVC memisahkannya.
b. PAC menyediakan komponen eksplisit yang tugasnya melihat kekonsistenan antara abstraksi dan presentasi, sedangkan MVC tidak menugaskan ke salah satu komponen.
c. PAC tidak berhubungan dengan lingkungan pemrograman apapun, sedangkan MVC berhubungan.
Tulisan softskill “ Interaksi Manusia dan Komputer “
Oleh : Nyoman Parwa Dinawan
Mungkin system restore sudah tidak asing lagi bagi para pecinta computer, disini akan membahas Sedikit tentang system restore. System restore merupakan salah satu fitur dari operating system windows xp yang memungkinkan pemakai untuk melakukan pemulihan (restore) setingan system saat terjadi musibah ke kondisi sebelumnya, tanpa kehilangan data file personalnya. Yang dimaksud file personal adalah file dokumen, gambar, email dan lain-lain.
Dengan system restore, user tidak akan pusing mengamankan kopian data-data system terkini karena akan diamankan secara otomatis ke suatu restore point. System restore secara aktif akan mengawasi perubahan pada file system dan beberapa file aplikasi, untuk mencatat dan menyimpan versi aslinya sebelum perubahan terjadi.
Restore point akan dibuat saat suatu kejadian system penting terjadi, seperti terjadi penginstalan aplikasi atau driver baru. Selain itu ia juga akan membuat suatu restore point secara periodik. Namun jika dikehendaki, kita dapat membuat dan member nama restore point sesuai keinginan kita.
System restore memiliki fitur ruang manajemen restore point otomatis, fitur ini dapat berfungsi untuk menghapus restore point yang lama dan akan membuat restore point yang baru. Jadi ruang penyimpanan data restore point akan selalu ada, sehingga data terkini yang telah disimpan akan selalu terjaga.
System restore akan aktif secara default ( standar ). Agar system restore dapat aktif dibutuhkan paling tidak 200Megabytes ruang kosong pada disk.
Referensi :
Buku “Optimasi Windows XP”, karangan : Tri Amperiyanto
Penerbit : PT Elex Media Komputindo
Tugas softskill ke- 4 “ Interaksi Manusia dan Komputer “
Oleh : Nyoman Parwa Dinawan
Apa yang dimaksud teknik EVALUASI pada sistem interaksi dan tujuannya apa?
Jawab :
Teknik evaluasi adalah teknik yang digunakan untuk melihat apakah hasil rancangan dengan proses uji coba system yang telah dibuat sesuai dengan permintaan pengguna (user). teknik ini tidak dikerjakan dalam satu fase proses perancangan tetapi melalui perancangan dengan prinsip life cycle.
1. Evaluasi dapat dilakukan pada :
a. Laboratorium
b. Lapangan Pekerjaan
c. Kerja Sama dengan User
2. Beberapa Pendekatan Perancangan Evaluasi :
a. Metode Analitik
b. Metode Review
c. Metode Model Dasar
3. Beberapa Pendekatan Evaluasi yang Telah diterapkan :
a. Metode Experimental
b. Metode Observasi
c. Metode Query
Tujuan teknik evaluasi adalah :
1. Untuk melihat seberapa jauh sistem berfungsi.
2. Untuk melihat efek suatu interface ke pengguna
3. Untuk melihat masalah yang terjadi pada system
Tugas softskill ke-3 “ Interaksi Manusia dan Komputer “
Oleh : Nyoman Parwa Dinawan
Sebutkan model-model sistem interaksi yang kamu ketahui? Jelaskan!
Jawab :
Model – model system interaksi secara garis besar dibagi menjadi 3 bagian diantaranya :
1. Model simbolik ( model matematik )
Pada dasarnya pengetahuan system interaksi memusatkan perhatian pada model simbolik sebagai perwakilan dari realitas yang sedang dikaji. Model simbolik dapat disajikan dalam bentuk symbol, angka, dan rumus. Secara umum model simbolik yang sering dipakai adalah jenis persamaan. Symbol persamaan tidak hanya mudah dimanipulasi seperti kata-kata, tapi juga lebih bisa ditangkap dan diresapi, maksudnya adalah Suatu persamaan adalah bahasa universal pada penelitian operasional dan ilmu system interaksi, dimana dipakai suatu logika simbolis.
Model simbolis dapat diklisifikasikan menjadi 2 bagian yaitu :
A. Model static yaitu model yang memberikan informasi tentang peubah-peubah model hanya pada titik tunggal dari waktu.
B. Model dinamik yaitu model yang mampu menelusuri jalur waktu dari peubah – peubah model.
2. Model ikonik
Model ikonik adalah model sistem interaksi yang mewakili fisik dari beberapa hal baik dalam bentuk ideal ataupun dalam skala yang berbeda. Model ikonik mempunyai karakteristik yang sama dengan hal yang diwakili, dan terutama amat sesuai untuk menerangkan kejadian pada
waktu yang spesifik. Model ikonik dapat berdimensi dua (foto, peta, cetak biru) atau tiga dimensi (prototip mesin, alat). Apabila model berdimensi lebih dari tiga dimensi maka tidak mungkin lagi dikonstruksi secara fisik sehingga diperlukan kategori model simbolik.
3. Model analog ( model diagramatik )
Model analog merupakan model yang dapat mewakili situasi dinamik, yaitu keadaan berubah menurut waktu. Model ini lebih sering dipakai daripada model ikonik karena kemampuannya untuk mengetengahkan karakteristik dari kejadian yang dikaji. Model analog banyak bersesuaian dengan penjabaran hubungan kuantitatif antara sifat dan kelas-kelas yang berbeda. Dengan melalui transformasi sifat menjadi analognya, maka kemampuan membuat perubahan dapat ditingkatkan. Contoh model analog ini adalah kurva permintaan, kurva distribusi frekuensi pada statistik, dan diagram alir.

